8 September 2011

REALITAS SOSIAL

Bentuk umum proses sosial : interaksi sosial, karena interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial.

Sosiologi adalah ilmu masyarakat yaitu tentang sistem hubungan dengan yang berlaku dan proses yang timbul dalam berbagai situasi.

Seorang sosiologi harus bisa menyikap berbagai tabir dan mengungkapkan tiap helai tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga. Syaratnya, sosiologi harus mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif.

Objek sosiologi adalah masyarakat yg dilihat dari sudut hubungan antara manusia dan proses yg timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.

Ciri-ciri utama sosiologi :
•    Sosiologi bersifat empiris
bahwa ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif/menduga-duga.

•    Sosiologi bersifat teoritis
Ilmu pengetahuan tersebut selalu berusaha untuk menyusun abstraksi (kerangka daripada unsur-unsur yang tersusun secara logis, yg bertujuan untuk menjelaskan hubungan-hubungan sebab akibat hingga menjadi teori) dari hasil-hasil observasi.

•    Sosiologi bersifat umulatif
Bahwa teori-teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas teori-teori yang lama.

•    Sosiologi bersifat non-ethis
Yang dipersoalkan disini bukanlah baik buruknya fakta tertentu, akan tetapi tujuannya adalah untuk menjelaskn fakta tersebut secara analisis.

Karakteristik komunikasi manusia tidak hanya menggunakan bentuk isyarat fisik, akan tetapi juga berkomunikasi menggunakan kata-kata yg mengandung arti bersama & bersifat standar.
Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa Kerja sama (Cooperation), Akomodasi, (Acomodation), Persaingan (Competition), dan Pertikaian (Conflict).

Dalam realita sosial yang lebih konkrit dalam hidup bermasyarakat, maka manusia senantiasa dibumbui dengan berbagai benturan kepentingan yang berbeda sebagai cermin manusia sebagai makhluk individu: manusia memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan manusia yang lain, yakni cenderung ingin menang sendiri dan mementingkan kepentingan pribadi walaupun di satu sisi tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Di sini jelas hakikatnya bahwa manusia bersifat monodualis, artinya manusia selain sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial. Dan apabila kita hubungkan antara konsep Masyarakat Patembayan (Gesselschaft) yang dikemukakan oleh Ferdinand Tonnies dengan konsep manusia sebagai makhluk individu, maka akan tampak keterkaitan satu sama lain apalagi kalau kita melihat fenomena yang terjadi pada saat ini.

Sedangkan Masyarakat Paguyuban (Gemeinschaft) yang menjunjung tinggi nilai-nilai kekerabatan walaupun masih ada tetapi bisa dikatakan sudah mulai luntur terkikis perubahan zaman. Sekarang ini sifat-sifat individual manusia lebih menonjol dan kecenderungan untuk tidak mau peduli dengan orang lain sudah mulai menjadi benih-benih yang mengkhawatirkan. Segala sesuatu diperhatikan atas untung dan rugi serta penyakit malas tidak mempunyai motivasi jika yang dikerjakan tidak memberikan kontribusi sebanding dengan apa yang dikerjakan. Kondisi yang lambat laun tidak menutup kemungkinan akan mengakar dalam kehidupan masyarakat, jika nilai dan norma yang berlaku tidak menjadi pegangan atas landasan. Jadi sangat beralasan jika penulisan mengutip salah satu iklan di televisi yaitu “susah lihat orang senang, senang lihat orang susah”. Ungkapan yang bermakna sindiran namun begitu melekat dalam kondisi masyarakat pada saat ini walaupun tidak seluruhnya. Betapa tidak, pada saat ini masyarakat semakin acuh tak acuh dengan keadaan sekitarnya.

SISTEM BUDAYA DAN SISTEM SOSIAL
Sistem sosial lebih banyak dibahas oleh ilmu sosiologi, sementara sistem budaya banyak dikaji dalam ilmu budaya.

Sistem diartikn sebagai kumpulan bagian-bagian yang bekerja  bersama-sama untuk melakukan suatu maksud (tujuan).

Sistem mempunyai 10 ciri yaitu fungsi, satuan, batasan, bentuk, lingkungan, hubungan, proses, masukan, keluaran, dan pertukaran.

Fungsi sistem budaya adalah menata dan memantapkn tindakan-tindakan serta tingkah laku manusia. Dlm proses ini, individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat istiadat, sistem norma, dan peraturan yang hidup dalam kebudayaannya.

Sedangkan sistem sosial pertama kali diperkenalkan oleh Talcot Parsons. Konsep struktur sosial digunakan untuk menganalisis realitas sosial sehingga sistem sosial menjad model analisis terhadap organisasi sosial. Model ini bertitik tolak dari pandangan bahwa kelompok manusia suatu sistem.
menurut Parsons, ada 4 unsur dalam sistem sosial :
•    2 org / lbh
•    trjd interaksi di antr mrka
•    interaksi yg dilakukan selalu ber7n
•    memiliki struktur, simbol, dan harapan" brsm yg dipedomani'a

Sulaeman mengutip pendapat Parsons, bahwa suatu sistem sosial akan dapat berfungsi apabila 4 prsyarat di bawah ini terpenuhi, yaitu :
1.    Adaptasi, menunjukn pd kehrsn bagi sistem" sosial untuk menhadapi lingkungan'a
2.    Mencapai tujuan, mrupakn prsyaratn fungsional bahwa tindakn i2 diarahkn pd tujuan"a
3.    Integrasi, mrupakn prsyaratn yg brhub dgn interelasi antara para anggota dlm sistem sosial.
4.    Pemeharaan pola" trsmbu'i, mrupakn konsep latent pd titik berhentinya suatu interaksi akibat kejenuhan shingga tunduk pd sistem sosial lain'a yg mungkin trlibat.