hubungan kami sudah lama berakhir, pada awalnya kami masih jalin silahturahmi, masih berkomunikasi dengan sangat baik.
tapi ketika silahturahmi dan komunikasi kami terputus karena salah paham dan ke egoisan kami satu sama lain, di tambah dengan tidak mengerti kenginan satu sama lain yang akhirnya tidak ada penjelasan sama sekali.
memang awalnya saya yang memutuskan untuk mengakhiri semuanya demi kebaikan kami berdua, dikarenakan sebuah perbedaan yang tak dapat disatukan.
sebenarnya saya sudah mengetahui, bahwa akan ada yang menyakiti dan yang tersakiti dari hubungan yang kami jalani ini.
keinginan saya untuk mengakhiri semuanya dengan baik-baik, tapi pada kenyataannya tidak seperti apa yang saya harapkan.
saya fikir mudah untuk menjalani hari-hari tanpa dia yang selama ini ada untuk berbagi.
awalnya saya tak mengenal dia, begitu mudah untuk saya jalani hari-hari saya. begitu saya mengenal dia, kami saling mengisi dan dapat berbagi satu sama lain.
dan pada akhirnya kami harus mengakhiri semua dengan kembali ke awal, dimana saat-saat saya dengan dia tidak saling mengenal. saat bertemu tanpa tegur sapa sedikitpun.
ternyata tidak mudah untuk saya jalani hari-hari tanpa dia. tapi saya harus bisa, saya harus hadapi dan kehidupan saya harus tetap berjalan meski sekarang saya harus berjalan sendiri.
karena saya sadar, kalau hubungan kami terus bejalan bersama-sama, yang ada hanya membuang-buang waktu dan hanya kesia-sian. dia pun perlu untuk memikirkan masa depannya, jalan hidupnya kedepan.
mungkin saya hanyak cukup untuk mengenal dia, bukan untuk menjadi masa depan dia.
sekarang dia ataupun saya harus bisa berjalan masing-masing.
saya akan selalu mendoakan yang terbaik untuk dia. mendokan dia mendapatkan jodoh yang terbaik untuknya.
maaf bila selama ini saya memiliki banyak kekurangan, banyak kesalahan yang saya buat.
Terima kasih karena anda pernah mengisi hati dan hari-hari saya, meski tak untuk selamanya.
APR_ZLF
15.01.13
