Pandangan hidup terdiri atas cita - cita, kebijakan dan sikap hidup. Dari dulu kehidupan manusia tidak dapat lepas dari unsur - unsur di atas.
Akal dan budi manusia sebagai milik manusia ternyata membawa ciri tersendiri akan bagi manusia itu. Sebab akal dan budi mengakibatkan manusia memiliki keunggulan dibandingkan makhluk lain. Satu di antara keunggulan manusia tersebut ialah pandangan hidup. Di satu pihak manusia menyadari bahwa dirinya lemah, dipihak lain manusia menyadari kehidupanya lebih kompleks.
Dari akal dan budi yang di miliki manusia dapat muncul kreatifitas/seni ataupun bakat yang dimilikinya yang sampai kapanpun takkan pernah luntur atau hilang dari dirinya yang belum tentu dimiliki juga oleh orang lain. Dari sinilah (akal dan budi yg menghasilkan seni) timbulnya kebudayaan dan pandangan terhadap hidup.
Pandangan hidup merupakan bagian dari hidup manusia yang dapat mencerminkan cita-cita. Mulai dari kalangan bawah sampai kalangan yang paling tertinggi pun memiliki cita – cita hidup. Sebab, cita – cita, kebijakan, dan pandangan hidup banyak menimbulkan daya kreatifitas manusia. Banyak hasil arti yang melukiskan cita – cita, kebijakan dan sikap hidup seseorang.
Selain itu, pada setiap kelahiran bayi, doa yang di ucapkan family atau handai taulan biasanya berbunyi : “semoga kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, agama dan berbakti pada orang tua”.
Karena itu wajarlah apabila cita – cita, kebijakan, dan pandangan hidup merupakan bagian hidup manusia. Tidak ada orang hidup tanpa cita – cita, tanpa berbuat kebijakan, dan tanpa sikap hidup. Sudah tentu kadar atau tingkat cita – cita, kebijakan, dan sikap hidup itu berbeda – beda bergantung kepada pendidikan, pergaulan, dan lingkungan masing – masing.
Cita – cita juga merupakan perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita – cita seringkali diartikan sebagai angan – angan, keinginan, kemauan, niat atau harapan. Cita – cita ini penting bagi manusia, karena adanya cita – cita menandakan kedinamisan manusia.
Tidak ada orang tua yang berkeinginan agar anaknya menjadi orang yang tidak baik, sekalipun orang tuanya seperti Kusni Kasdud. Ataupun orang tuanya dibenci orang karena tingkah lakunya, sifatnya, ketamakannya, kesadisannya, dan sebagainya.
Pandangan hidup anak yang masih bersekolah di TK ataupun SD atau bahkan belum bersekolah. Bila anak itu ditanya orang tua tentang cita – citanya (angan - angannya), mereka akan menjawab “ingin jadi polisi” atau “ingin jadi ABRI” atau “PENERBANG”. Hal ini disebabkan polisi atau ABRI selalu bertampak gagah, sedangkan penerbangan kelihatan hebat ketika pesawat melintas di udara.
Setelah anak bertambah besar, bertambah pengetahuan, bertambah pengalaman, maka berubahlah angan – angan anak itu. Tetapi mungkin bisa jua keinginan anak itu tetap tidak berubah.
Ada 3 kategori keadaan hati seseorang : keras, lunak dan lemah. Orang yang berhati keras tak berhenti berusaha sebelum cita – citanya tercapai. Ia tidak menghiraukan rintangan, tantangan, dan segala kesulitan yang dihadapinya. Orang yg berhati keras biasanya mencapai hasil yang gemilang dan sukses hidupnya.
Orang berhati lunak dalam mencapai cita – citanya dapat menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Namun ia tetap berusaha. Namaun ia tetap berusaha mencapai cita – cita itu. Karena itu biarpun lambat ia akan berhasil juga mencapai cita – citanya.
Orang yang berhati lemah, mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Bila menghadapi kesulitan cepat – cepat ia berganti haluan, berganti keinginan.
Pandangan hidup juga merupakn suatu dasar atau landasan untuk memimbing kehidupan rohani dan jasmani. Krn itu berguna bagi perorangan, kelompok/masyarakat, bahkan negara. Menurut gambaran Drijarko S.J. Mengatakan bahwa, “manusia itu serba terhubung dengan dunia jasmani sekitarnya, terhubung erat dengan masyarakat dan akhir'a manusia itu tergantung seluruhnya pada yang ada, yang mutlak , yaitu Tuhan.
pandangan hidup juga bisa di bilang “filsat hidup”. Sesuai dengan arti filsafat yaitu cinta kebenaran, kebenaran yg dpt di terima olh siapa saja.
pandangan hidup dimiliki oleh siapa saja. Maka penggolongan yang paling ringan adalah pandangan berdasar:
A. Bragama, beriman
B. Tidak beragama tetapi mengikuti garis ajaran 1 atau lebih dari
Agama yang ada
C. Matrealistik
banyak pula di antara org yg berpandanga hidupnya didasari pandangan "hidup untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya".
jd dr pandangan hidup ini terpancar perbuatan, kata-kata dan tingkah laku, dan cita-cita, sikap dorongan atau tujuan yang akan dicapainya.
(Aprilia Kezia / 12209013 /1 EA 05)
Akal dan budi manusia sebagai milik manusia ternyata membawa ciri tersendiri akan bagi manusia itu. Sebab akal dan budi mengakibatkan manusia memiliki keunggulan dibandingkan makhluk lain. Satu di antara keunggulan manusia tersebut ialah pandangan hidup. Di satu pihak manusia menyadari bahwa dirinya lemah, dipihak lain manusia menyadari kehidupanya lebih kompleks.
Dari akal dan budi yang di miliki manusia dapat muncul kreatifitas/seni ataupun bakat yang dimilikinya yang sampai kapanpun takkan pernah luntur atau hilang dari dirinya yang belum tentu dimiliki juga oleh orang lain. Dari sinilah (akal dan budi yg menghasilkan seni) timbulnya kebudayaan dan pandangan terhadap hidup.
Pandangan hidup merupakan bagian dari hidup manusia yang dapat mencerminkan cita-cita. Mulai dari kalangan bawah sampai kalangan yang paling tertinggi pun memiliki cita – cita hidup. Sebab, cita – cita, kebijakan, dan pandangan hidup banyak menimbulkan daya kreatifitas manusia. Banyak hasil arti yang melukiskan cita – cita, kebijakan dan sikap hidup seseorang.
Selain itu, pada setiap kelahiran bayi, doa yang di ucapkan family atau handai taulan biasanya berbunyi : “semoga kelak menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, agama dan berbakti pada orang tua”.
Karena itu wajarlah apabila cita – cita, kebijakan, dan pandangan hidup merupakan bagian hidup manusia. Tidak ada orang hidup tanpa cita – cita, tanpa berbuat kebijakan, dan tanpa sikap hidup. Sudah tentu kadar atau tingkat cita – cita, kebijakan, dan sikap hidup itu berbeda – beda bergantung kepada pendidikan, pergaulan, dan lingkungan masing – masing.
Cita – cita juga merupakan perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita – cita seringkali diartikan sebagai angan – angan, keinginan, kemauan, niat atau harapan. Cita – cita ini penting bagi manusia, karena adanya cita – cita menandakan kedinamisan manusia.
Tidak ada orang tua yang berkeinginan agar anaknya menjadi orang yang tidak baik, sekalipun orang tuanya seperti Kusni Kasdud. Ataupun orang tuanya dibenci orang karena tingkah lakunya, sifatnya, ketamakannya, kesadisannya, dan sebagainya.
Pandangan hidup anak yang masih bersekolah di TK ataupun SD atau bahkan belum bersekolah. Bila anak itu ditanya orang tua tentang cita – citanya (angan - angannya), mereka akan menjawab “ingin jadi polisi” atau “ingin jadi ABRI” atau “PENERBANG”. Hal ini disebabkan polisi atau ABRI selalu bertampak gagah, sedangkan penerbangan kelihatan hebat ketika pesawat melintas di udara.
Setelah anak bertambah besar, bertambah pengetahuan, bertambah pengalaman, maka berubahlah angan – angan anak itu. Tetapi mungkin bisa jua keinginan anak itu tetap tidak berubah.
Ada 3 kategori keadaan hati seseorang : keras, lunak dan lemah. Orang yang berhati keras tak berhenti berusaha sebelum cita – citanya tercapai. Ia tidak menghiraukan rintangan, tantangan, dan segala kesulitan yang dihadapinya. Orang yg berhati keras biasanya mencapai hasil yang gemilang dan sukses hidupnya.
Orang berhati lunak dalam mencapai cita – citanya dapat menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi. Namun ia tetap berusaha. Namaun ia tetap berusaha mencapai cita – cita itu. Karena itu biarpun lambat ia akan berhasil juga mencapai cita – citanya.
Orang yang berhati lemah, mudah terpengaruh oleh situasi dan kondisi. Bila menghadapi kesulitan cepat – cepat ia berganti haluan, berganti keinginan.
Pandangan hidup juga merupakn suatu dasar atau landasan untuk memimbing kehidupan rohani dan jasmani. Krn itu berguna bagi perorangan, kelompok/masyarakat, bahkan negara. Menurut gambaran Drijarko S.J. Mengatakan bahwa, “manusia itu serba terhubung dengan dunia jasmani sekitarnya, terhubung erat dengan masyarakat dan akhir'a manusia itu tergantung seluruhnya pada yang ada, yang mutlak , yaitu Tuhan.
pandangan hidup juga bisa di bilang “filsat hidup”. Sesuai dengan arti filsafat yaitu cinta kebenaran, kebenaran yg dpt di terima olh siapa saja.
pandangan hidup dimiliki oleh siapa saja. Maka penggolongan yang paling ringan adalah pandangan berdasar:
A. Bragama, beriman
B. Tidak beragama tetapi mengikuti garis ajaran 1 atau lebih dari
Agama yang ada
C. Matrealistik
banyak pula di antara org yg berpandanga hidupnya didasari pandangan "hidup untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya".
jd dr pandangan hidup ini terpancar perbuatan, kata-kata dan tingkah laku, dan cita-cita, sikap dorongan atau tujuan yang akan dicapainya.
(Aprilia Kezia / 12209013 /1 EA 05)